SEMUA TENTANG RASA
Malam ini,,
Ku sertakan perasaanku dalam barisan kata...
Memberinya nyawa dengan makna...
Ku sertakan perasaanku dalam barisan kata...
Memberinya nyawa dengan makna...
Hati...
Yah, seonggok daging kecil itu kini membuat ku tak mengerti!
Jiwaku mendesah, menggenggam keyakinan semu dalam getir...
Di satu sisi ku inginkan wujud nyata dari harapanku,,
Namun sisi lain menuntut ku untuk sadar diri bahwa diri ini tak pantas...
Ntah dengan apa aku harus melukiskannya..
Hati ini bergetar setiap ku mengingatnya..
Jantung ini berdebar hebat setiap ku jumpa dirinya..
Dia yang begitu berharga dalam hati dan hidupku,,
Dia yang berperan besar dalam proses perubahan positifku,,
Dia yang mampu tenangkan ku walau hanya dengan kesederhanaan cara,,
Sangat sulit ku melupakannya...
Namun seketika aku begitu merasa tak layak bagi dirinya...
Khawatir kalau-kalau ia tak lagi peduli,
Takut kalau-kalau ia tak mau lagi berikan pelitanya kala ku merasa gelap...
Allah...
Hanya Engkau satu-satunya yang benar-benar paham akan keadaan ini..
Engkau yang paling tahu bagaimana iklim di hatiku saat ini,
Engkau yang paling mengerti bagaimana daku bisa menyayanginya,
Engkau yang paling tepat menghitung seberapa sering aku mengingatnya dalam kerinduan,
Engkau yang paling benar mengukur seberapa luas ruang di relung ini tersita karena cinta untuknya...
Ya Rabb...
Dalam ke-”dha’if-an”,,
Hamba mohonkan kepada-Mu..
“Jika dia benar untuk ku, dekatkanlah hatinya dengan hatiku.
Jika dirinya bukan untuk ku, damaikanlah hatiku dengan ketentuan-Mu.
Ya Allah, Engkau-lah tempat ku menggantung harapanku.
Ku harap diriku senantiasa di bawah rahmat-Mu...”.
Hamba yakin seyakin-yakinnya,
Engkau Maha Tahu apa yang semestinya terjadi..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar