Cari Blog Ini

Jumat, 26 Agustus 2011

Ceritera Malam


Malam ini,
Hujan turun,
Memupuk rinduku….
Namun kabut senantiasa menghalangi sang cahaya,
Hingga  belum jua dapat ku tatap wajahmu….
Tak nampak pula seberapa jauh rentang  jarak hatimu dan hatiku….

Sering kali air mata ini tak betah,
Hendak menitik, namun tak ku izini…
Pilu rasa hatiku kala bercermin: belum lah pantas daku menduduki tahta pendamping di  hatimu,
Ia terlalu gemilau bagiku, namun ku ingini….

Sulit ku untuk pertahankan asa
pada suatu hal yang ku yakini, namun belum boleh dipercaya
Kini hati ku rasa gamang, getir
Akan adakah harmonisasi antara nyata dan harapku?

Malam ini,
Daku tahu siapa dia sang pengisi hatimu di masa lalu
Daku tahu betapa elok parasnya, sang bidadari masa lalu mu…
Dan itu, lagi-lagi merogoh hatiku hingga palung terdalam, menguras kepercayaan diriku,
Lalu tergantikan  rasa cemburu!

Ya Allah…
Apakah ini ujian untuk keteguhan  hatiku?
Atau kah sebuah pernyataan atas ketidaklayakan diri ini?
Ampuni hamba jika salah sikap, Rabb…
Bimbing daku apabila kaki ini tak menapak tegap…
Hamba benar-benar gamang!
Tak ingin bayang-bayang lalu terulang kembali….
:’(
:’(
:’(

Namun…
Di sisi lain,
Aku sangat mengerti bagaimana yang ia rasakan sekarang,
Sang bidadari masih menanti langkahmu berbalik…
Ia masih berdiri setia di depan gerbang hatimu,
Dengan bingkisan cintanya yang masih sangat apik,
Ia  tunggu engkau kembali agar sambut apa yang masih ia genggam….

Lalu,
Bagaimanakah dengan hatiku?
Y Rabbiy….
Jika Engkau izinkan daku,
Ingin sekali ku buat lautan air mata kebimbangan…
Jua ingin ku bangun benteng keteguhan,  prasasti kesetiaan,,
Agar ku dapat dengan nyaman dalam rute penantian yang tak pasti ini,,
Yang belum lah tentu ia akan menghampiriku di sana….

Tidak ada komentar:

Posting Komentar