Cari Blog Ini

Senin, 15 September 2014

Untuk Semua yang Terkasih


Malam ini (13 September 2014), setelah hari ulang tahunku 30 Desember 2013 silam, “Hujanku” menelepon ku lagi. Masih ku kenangkan ketika ia lantunkan lagu “Kasih Ibunda” buatku pada malam 21 November 2013 lalu. Ah, campur aduk rasanya. Ada bahagia, karena bisa bercengkerama dan bercanda lagi dengan sahabat karibku itu, kendati kami telah lama tak bersua. Ada juga haru sekaligus sedih, ia akan segera menikah. Akankah sama nantinya, bercanda tertawa seperti saat ini laiknya hujan menghibur kaktus yang tengah dilanda kekeringan? Apakah malam ini akan menjadi telepon terakhir darinya, hanya untuk bercanda ria bersama? Ah, jadi melankolis aku dibuatnya.
Belum lagi efek menonton film di laptop barusan. Memanggil semua wajah yang meluluhkan hatiku ke dalam ruang bayang mata dan benakku. Menghadirkan mereka di tengah-tengah perasaan haru dan ketakutan yang menghanyutkan kalbuku malam ini. Haru, karena Allah karuniakan mereka dalam hidupku yang singkat ini. Lalu, ketakutan? Apa hubungannya? Ya, takut akan perpisahan. Seberapa lama lagi sisa umur ayah? Seberapa lama lagi sisa umur ibu? Seberapa lama lagi sisa umur adik-adikku? Seberapa lama lagi sisa umur akhi-ku? Seberapa lama lagi sisa umur teman-temanku? Dan seberapa lama lagi sisa umur semua orang yang hingga kini menemani dan menghuni hatiku? Atau seberapa lama lagi aku diberi umur untuk membersamai mereka?
Seketika ku jambangi tempat tidur ayah, ibu dan adik-adik. Ku tatap lamat-lamat wajah mereka satu per satu. Takut sekali bilamana wajah-wajah itu seketika memucat dan membeku. Yaa Allah, ampuni hamba atas perasaan ini. Hamba tak bermaksud mengingkari  dan tak mengimani ketentuan-Mu, hamba hanya berharap akan tegar dan siap bilamana saat itu tiba.
Aku mencintai mereka... Sangat!
Namun sayang, hanya cinta yang tak terbahasakan dalam lisan..
Tak ku ungkap lewat kata, tak juga ku buktikan dengan hadiah-hadiah..
Hanya cinta yang terdekap erat dalam kalbuku terdalam..
Hanya cinta yang ku lakoni dan ku maknai dengan caraku..
Lewat mata yang menangis tatkala menyesal telah melukai mereka,
Lewat bibir yang dalam hening memanjatkan do’a untuk kebaikan mereka,
Lewat bahasa tubuh yang menyejukkan keseharian mereka,
Dan lewat cita-cita hendak wujudkan kebahagiaan mereka...

Untuk semua yang terkasih,
UHIBBUKUM FILLAH...
(Do’a Rabitha dalam hati)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar